https://data527.click/e448d821fb3c44902e32/4b40168a9e/?placementName=default

Kamis, 31 Oktober 2024

Maulid Nabi Muhammad SAW

Sejarah Awal Mula Diperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Di bulan Islam Rabiul Awal terdapat tanggal yang istimewa yakni Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada 12 Rabiul Awal, Rasulullah SAW dilahirkan di Kota Mekah.

Masyarakat di Indonesia juga mengenal Maulid Nabi karena dijadikan hari libur nasional setiap tahunnya. Tanggal 12 Rabiul Awal 1445 Hijriah diperingati setiap tahunnya, banyak yang belum mengetahui dan memahami apa itu Maulid Nabi.dari sisi bahasa, maulid dalam bahasa Arab artinya waktu kelahiran. Sehingga Maulid Nabi artinya yakni waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Maulid Nabi adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diperingati setinap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Sejarah Maulid Nabi

Sejarah Maulid Nabi tidak lepas dari momen kelahiran Rasulullah yang memiliki banyak keistimewaan.

Dikutip dari buku Inilah Kisah Sang Rasul, Sejarah Nabi Muhammad dan Af-Khufafaa 'Ar-Raasyidiin, karya Muhammad Luqman H. Za, Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah pada Senin, 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah.

Rasulullah anak dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahb. Abdullah merupakan anak dari pemimpin Suku Quraisy yang sangat dihormati di kalangan penduduk. Pada tahun itu, Nabi Muhammad SAW yang lahir di Makkah dibesarkan sebagai anak yatim lantaran sang ayah wafat sebelum ia dilahirkan.

Setelah menghabiskan beberapa tahun bersama sang Ibu, Nabi Muhammad SAW tinggal bersama kakeknya Abdul Muthalib. Abdul Muthalib sangat menyayangi cucunya. Ia senantiasa berdoa dan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dua tahun kemudian Abdul Muthalib menyusul kepergian Aminah. Nabi Muhammad SAW yang telah kehilangan tiga orang terkasih akhirnya tinggal bersama pamannya Abu Thalib. Abu Thalib dikenal sangat dermawan meskipun hidup serba kekurangan.

Bersama pamannya, Nabi Muhammad SAW pergi berdagang ke Negeri Syam hingga sukses menjalankan bisnisnya. Di tengah perjalanan bisnisnya, Nabi Muhammad SAW dipertemukan dengan seorang rahib bernama Nasthur, yang mengungkapkan adanya keistimewaan dalam dirinya.

Nabi Muhammad SAW tumbuh menjadi pemuda yang mempunyai budi pekerti baik. Sepulangnya dari Negeri Syam, Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah binti Khuwailid dan dikaruniai tiga putera dan empat puteri.

Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun. Peristiwa diangkatnya Nabi Muhammad SAW menjadi rasul terjadi tepat pada 17 Ramadhan tahun 611 M. Nabi Muhammad SAW menerima wahyu untuk pertama kalinya melalui malaikat Jibril di Gua Hira.

Rasulullah pun mulai melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun. Hingga turun Surat Al-Hijr Ayat 94 yang menyuruhnya berdakwah dengan terang-terangan secara lisan. Sejak saat itu, Rasulullah SAW terus melanjutkan dakwahnya menyebarkan ajaran Islam hingga akhir hayatnya.

Demikian dan Semoga dapat bermanfaat sekian terima kasih 

Al Mudzil artinya Maha Menghinakan

Salah satu Asmaul Husna yang dimiliki oleh Allah SWT adalah Al Mudzil. Asmaul Husna Al Mudzil memiliki arti, yaitu Yang Maha Menghinakan. Lafal Al Mudzil berasal kata dzalla-yadzillu-dzillatan yang berarti rendah, hina.

Dalam Al Qur'an surah Al A'raf ayat 180

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ - ١٨٠

Arab Latin:

Wa lillāhil-asmā`ul-ḥusnā fad'ụhu bihā wa żarullażīna yul-ḥidụna fī asmā`ih, sayujzauna mā kānụ ya'malụn

Artinya:

“Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Sementara, akar kata Al Mudzil dalam bahasa Arab Klasik memiliki arti rendah, dasar, sengsara, melarat, keji, hina, terhina, menjijikkan, merendah, sederhana, tunduk, lemah, gampang, mudah dan dapat diatur.

Selain itu, manusia juga diberi kebebasan oleh Allah SWT untuk memilih menjadi manusia yang mulia maupun hina dan apabila seorang hamba berbuat keburukan, mudah bagi Allah SWT memberikan balasan malu,tercela menurunkan derajat hambanya atas kesalahan yang telah diperbuatnya,

Al Mudzil membawa makna mendalam bahwa Allah SWT merupakan satu-satunya Dzat tidak terkalahkan dan tidak tertundukkan yang berkuasa untuk meletakkan makhlukNya menjadi rendah maupun hina.



Al Muiz artinya Maha Memuliakan

Jumat, 01 Desember 2023

Ar Rafi'i artinya Maha Memuliakan


Dengan mengamalkan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari, yakni baik dalam bentuk perilaku, sifat maupun wirid. Asmaul Husna mengandung banyak rahasia dan manfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat

Ar Raafi memiliki arti, yaitu Yang Maha Meninggikan. Lafal Ar Raafi dalam bahasa Arab Klasik memiliki arti mengangkat atau meninggikan, mengambil sesuatu untuk ditinggikan posisinya, memuliakan

Allah SWT hendak menaikkan derajat orang yang beriman serta beramal shaleh, yang melaksanakan seluruh perintah Nya dan meninggalkan seluruh larangannya, jika Allah SWT berkehendak, Ia bisa mengangkat siapa pun yang dikehendakinya dengan diberikan rezeki serta karunianya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Anam Ayat 165 :

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلْعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌۢ

Latin : Wa huwallażī ja'alakum khalā`ifal-arḍi wa rafa'a ba'ḍakum fauqa ba'ḍin darajātil liyabluwakum fī mā ātākum, inna rabbaka sarī'ul-'iqābi wa innahụ lagafụrur raḥīm. 

Artinya: Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Allah menaikkan derajat orang - orang yang tetap berakhlak mulia serta senang melakukan kebaikan. Allah pula memuliakan orang - orang yang berilmu serta ingin mengamalkannya. Fadilat itu hendak diserahkan Allah di akhirat.

Selain mengangkat derajat hambanya saja, Allah SWT pula mengangkat rezeki, kehidupan sosial - ekonomi, dan kedudukan di mata sesama manusia yang lain. Meski Allah SWT mengangkat derajat hambanya, bukan berarti dipastikan masuk ke dalam surganya Allah, melainkan lebih dekat dengan Allah di dunia serta di akhirat esok.


Al khafidh

Asmaul Husna Al khaafidh tidak di sebutkan dalam Al Qur'an untuk pemahaman terkait Asmaul Husna di dalam Al-Qur'an salah satunya ditampilkan pada surah An-Nahl ayat 97.

Dalil Asmaul Husna  dalam Al Qur'an Surah An Nahl Ayat 97.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ - ٩٧

LatinMan 'amila ṣāliḥam min żakarin au unṡā wa huwa mu`minun fa lanuḥyiyannahụ ḥayātan ṭayyibah, wa lanajziyannahum ajrahum bi`aḥsani mā kānụ ya'malụn

Artinya :“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An Nahl 97).

Allah SWT berfirman dalam surah Al fajr  ayat 15 :

فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ

Artinya“Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”

Suatu hal bisa di jadikan sebagai pembelajaran agar manusia paham dan mengerti bahwa Kejadian itu merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)”.agar jadi pemikiran yang memberikan teladan bagi kita, bahwa Allah Maha Merendahkan seseorang atau kaum yang banyak melakukan dosa dan merendahkan segala sesuatu yang buruk.

Demikian penjelasan mengenai Asmaul Husna Al Khaafidh Semoga bermanfaat