https://data527.click/e448d821fb3c44902e32/4b40168a9e/?placementName=default

Kamis, 31 Oktober 2024

Al Mudzil artinya Maha Menghinakan

Salah satu Asmaul Husna yang dimiliki oleh Allah SWT adalah Al Mudzil. Asmaul Husna Al Mudzil memiliki arti, yaitu Yang Maha Menghinakan. Lafal Al Mudzil berasal kata dzalla-yadzillu-dzillatan yang berarti rendah, hina.

Dalam Al Qur'an surah Al A'raf ayat 180

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ - ١٨٠

Arab Latin:

Wa lillāhil-asmā`ul-ḥusnā fad'ụhu bihā wa żarullażīna yul-ḥidụna fī asmā`ih, sayujzauna mā kānụ ya'malụn

Artinya:

“Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Sementara, akar kata Al Mudzil dalam bahasa Arab Klasik memiliki arti rendah, dasar, sengsara, melarat, keji, hina, terhina, menjijikkan, merendah, sederhana, tunduk, lemah, gampang, mudah dan dapat diatur.

Selain itu, manusia juga diberi kebebasan oleh Allah SWT untuk memilih menjadi manusia yang mulia maupun hina dan apabila seorang hamba berbuat keburukan, mudah bagi Allah SWT memberikan balasan malu,tercela menurunkan derajat hambanya atas kesalahan yang telah diperbuatnya,

Al Mudzil membawa makna mendalam bahwa Allah SWT merupakan satu-satunya Dzat tidak terkalahkan dan tidak tertundukkan yang berkuasa untuk meletakkan makhlukNya menjadi rendah maupun hina.



Al Muiz artinya Maha Memuliakan

Jumat, 01 Desember 2023

Ar Rafi'i artinya Maha Memuliakan


Dengan mengamalkan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari, yakni baik dalam bentuk perilaku, sifat maupun wirid. Asmaul Husna mengandung banyak rahasia dan manfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat

Ar Raafi memiliki arti, yaitu Yang Maha Meninggikan. Lafal Ar Raafi dalam bahasa Arab Klasik memiliki arti mengangkat atau meninggikan, mengambil sesuatu untuk ditinggikan posisinya, memuliakan

Allah SWT hendak menaikkan derajat orang yang beriman serta beramal shaleh, yang melaksanakan seluruh perintah Nya dan meninggalkan seluruh larangannya, jika Allah SWT berkehendak, Ia bisa mengangkat siapa pun yang dikehendakinya dengan diberikan rezeki serta karunianya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Anam Ayat 165 :

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلْعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌۢ

Latin : Wa huwallażī ja'alakum khalā`ifal-arḍi wa rafa'a ba'ḍakum fauqa ba'ḍin darajātil liyabluwakum fī mā ātākum, inna rabbaka sarī'ul-'iqābi wa innahụ lagafụrur raḥīm. 

Artinya: Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Allah menaikkan derajat orang - orang yang tetap berakhlak mulia serta senang melakukan kebaikan. Allah pula memuliakan orang - orang yang berilmu serta ingin mengamalkannya. Fadilat itu hendak diserahkan Allah di akhirat.

Selain mengangkat derajat hambanya saja, Allah SWT pula mengangkat rezeki, kehidupan sosial - ekonomi, dan kedudukan di mata sesama manusia yang lain. Meski Allah SWT mengangkat derajat hambanya, bukan berarti dipastikan masuk ke dalam surganya Allah, melainkan lebih dekat dengan Allah di dunia serta di akhirat esok.


Al khafidh

Asmaul Husna Al khaafidh tidak di sebutkan dalam Al Qur'an untuk pemahaman terkait Asmaul Husna di dalam Al-Qur'an salah satunya ditampilkan pada surah An-Nahl ayat 97.

Dalil Asmaul Husna  dalam Al Qur'an Surah An Nahl Ayat 97.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ - ٩٧

LatinMan 'amila ṣāliḥam min żakarin au unṡā wa huwa mu`minun fa lanuḥyiyannahụ ḥayātan ṭayyibah, wa lanajziyannahum ajrahum bi`aḥsani mā kānụ ya'malụn

Artinya :“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An Nahl 97).

Allah SWT berfirman dalam surah Al fajr  ayat 15 :

فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ

Artinya“Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”

Suatu hal bisa di jadikan sebagai pembelajaran agar manusia paham dan mengerti bahwa Kejadian itu merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)”.agar jadi pemikiran yang memberikan teladan bagi kita, bahwa Allah Maha Merendahkan seseorang atau kaum yang banyak melakukan dosa dan merendahkan segala sesuatu yang buruk.

Demikian penjelasan mengenai Asmaul Husna Al Khaafidh Semoga bermanfaat

Al Basith

Di Dalam Asmaul Husna salah satunya Al Basith berarti yang menebarkan karunia kepada seluruh hamba-Nya. dan Allah SWT Allah melapangkan hati dengan kebaikan dan kelembutan-Nya, dan melapangkan rezeki kepada mahluk nya dan melapangkan ruh dalam tubuh dengan kehidupan.

Allah SWT berfirman dalam surah Asy Syura ayat 12 :

لَهٗ مَقَالِيْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Artinya : Milik-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Allah SWT berfirman dalam surah Asy Syura ayat 26 . 

وَيَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۚ وَٱلْكَٰفِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ

Artinya: Dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.

Selain itu kemurahan Allah yang lain bahwa Dia pula memperkenankan doa dan permohonan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan yang di perintahkan Allah sebagai perwujudan imannya serta menambah pahala, kebaikan, dan ganjaran-Nya kepada mereka dari karunia-Nya lebih besar dari apa yang mereka kerjakan. Orang-orang yang ingkar, yang melanggar apa yang di perintahkan dan mengerjakan apa yang di larang akan mendapat azab yang sangat keras di hari akhirat kelak sebagai balasan atas ke ingkaran mereka.