https://data527.click/e448d821fb3c44902e32/4b40168a9e/?placementName=default

Senin, 04 November 2024

Berusaha dengan Ibadah

Segala upaya yang di kerjakan dengan rasa  Bersyukur atas rezeki  dari allah Yakinlah bahwa apa yang diberikan oleh Allah adalah yang terbaik bagi diri kita. Apabila  mendapatkan rezeki yang sedikit, hendaknya kita tetap bersabar dan terus bersyukur. Karena, ketika kita bersabar, Allah pasti akan memberikan yang terbaik bagi diri kita. Ketika kita bersyukur atas nikmat yang sedikit, pasti kita akan diberi nikmat yang banyak. Demikian yang Allah janjikan di dalam Al-Qur`an.
Bekerja dengan tekun, jujur, dan bertanggung jawab juga merupakan bentuk ibadah.Usaha yang di lakukan dalah kehidupan tentu ada :
Niat: Memiliki niat untuk menggapai rezeki yang halal merupakan ibadah. 
Ikhlas: Ibadah harus dilakukan dengan ikhlas semata karena Allah, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari orang lain. 
Tawakal: Setelah melakukan usaha dan doa, penting untuk bertawakal kepada Allah. Tawakal berarti pasrah diri kepada kehendak Allah dan percaya dengan sepenuh hati kepada-Nya.
Prioritas: Susun daftar prioritas kegiatan yang harus diselesaikan. 
Jangan terlalu keras pada diri sendiri: Setiap orang memiliki pasang surut dalam keimanan dan motivasi. Cobalah untuk mengambil langkah kecil dan konsisten dalam beribadah. 

Demikian, semoga segala usaha kita bernilai ibadah dan diridhai oleh Allah SWT.

Motivasi Islami

Kata-kata mutiara islami sebagia rangkaian kata motivasi agar seseorang bangkit dan semangat untuk menjalani hidupnya. 
Kata-kata motivasi ini semoga memberikan inspirasi bagi seorang  yang sedang dilanda berbagai masalah kehidupan.
Sejatinya setiap muslim bersyukur dengan ujian hidup yang Allah SWT berikan. Setiap masalah yang datang bisa menjadi pembelajaran yang tak semua orang mendapatkannya. 

Hikmah motivasi... 

1. Barang siapa yang bersungguh-sungguh berjalan pada jalannya maka pasti ia akan sampai pada tujuannya.

2. Ilmu pengetahuan di waktu kecil itu bagaikan ukiran di atas batu.

3.Kebahagiaanmu tidak ditentukan oleh orang lain, tapi oleh dirimu sendiri. Apa yang kamu lakukan hari ini, tentukan bahagia masa depanmu.

Berdoalah, Allah mendengarmu. Bersabarlah karena Allah akan menjawab doamu pada waktu yang tepat.


Kisah Perang Badar


Pertempuran ini disebut terbesar yang pertama dalam sejarah Islam.

Kala itu, jumlah pasukan kaum muslimin dan kafir Quraisy tidak seimbang. Penyebab meletusnya sendiri ialah karena perseteruan umat Islam dengan kaum Quraisy yang musyrik, seperti dijelaskan dalam Kitab As-Sirah an-Nabawiyah tulisan Abul Hasan Ali al-Hasani an-Nadwi.
Dengan taktik dan siasat dari Rasulullah SAW pasukan Islam sampai terlebih dahulu ke mata air Badar. Hal ini menjadi taktik dan siasat bagi pasukan muslim supaya mereka memiliki cadangan air di tengah lembah gurun Badar.
Hingga akhirnya peperangan pun dimulai. Orang pertama yang menjadi korban ialah Al-Aswad bin Abdul Asad Al-Makhzumi ia adalah seorang laki-laki yang kasar dan buruk akhlaknya.
Ia keluar barisan dan mengancam pasukan muslim, ia datang untuk merebut mata air dan mengambil air minum. Namun kedatangannya langsung disambut oleh Hamzah bin Abdul Muthalib.
Setelah saling berhadapan Hamzah langsung menebas kaki Al-Aswad di bagian betis hingga putus, ia pun lalu merangkak dan tercebur ke dalamnya. Tetapi secepat kilat Hamzah berhasil menyerangnya dan membuatnya meninggal dunia.
Setelah itu, perang pun pecah dan orang Quraisy kehilangan 3 orang penunggang kuda yang merupakan komando pasukan mereka. Hal itu, membuat pasukan Quraisy murka dan menyerang pasukan muslim dengan membabi buta.
Di sisi lain, Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT dan memohon kemenangan, hingga akhirnya Rasulullah SAW dilanda rasa kantuk. Dalam riwayat Muhammad bin Ishaq disebutkan: "Rasulullah SAW bersabda, "Bergembiralah wahai Abu Bakar. Telah datang pertolongan Allah SWT kepadamu. Inilah Jibril yang datang sambil memegang tali kekang kuda yang ditungganginya di atas gulungan-gulungan debu."
Orang-orang muslim pun bertempur dengan bantuan para malaikat. Disebutkan dalam riwayat Ibnu Sa'd dari Ikrimah, dia berkata, "Pada saat itu ada kepala orang musyrik yang terkulai, tanpa diketahui siapa yang telah membabatnya. Ada pula tangan yang putus, tanpa diketahui siapa yang membabatnya." Hingga akhirnya pasukan muslim pun menang dan orang Quraisy mundur dari pertempuran.
Saking pentingnya Perang Badar Allah SWT bahkan menamai hari berlangsungnya pertempuran itu dengan Yaum al-Furqan. Maknanya sendiri ialah hari perbedaan. Kala itu, Allah SWT ingin membedakan antara yang hak dan batil.
Peperangan hebat itu berlangsung selama dua jam. Pasukan muslim berhasil menghancurkan garis pertahanan tentara Quraisy yang menyebabkan mereka mundur secara berurutan.

Al Basir Artinya Maha Melihat

Dalam Asmaul ada Husna99 nama-nama Allah SWT terbaik lagi indah .Al basir sifat Allah SWT yang mampu melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil di langit dan bumi, sekaligus alam semesta.

Dalam Asmaul Husna, arti Al Basir adalah Allah Swt. merupakan Zat Yang Maha Melihat segala sesuatu. Allah Swt. mampu melihat apa pun, baik yang tampak maupun gaib.

Allah ber firman dalam surat Al Hujurat ayat 18.

إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: "Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Q.S Al Hujurat: 18).

As Sami Artinya Maha Mendengar


As Sami merupakan salah satu nama baik Allah dalam Asmaul Husna.

Alim Ulama Menyepakati bahwa Sifat Allah yang Maha Mendengan berkaitan dengan kelapangan dan besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya. Allah senantiasi mendengar doa-doa yang dipanjatkan oleh hambanya dan menjawab setiap permintaan dari mereka yang benar-benar beriman dan husnuzan atau berprasangka baik.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Baqarah ayat 244 yang berbunyi,

وَقَٰتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: "Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 244) 

Dalam Al-Qur'an, terdapat beberapa ayat yang menyebutkan asma Allah yang satu ini. Beberapa di antaranya adalah:

Adapun asma Allah As Sami juga tercantum dalam Al-Qur'an surat Fussilat ayat 36,

وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Artinya: Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Ayat tersebut mencoba memberitahu manusia bahwa Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui memiliki kekuatan untuk melindungi mereka dari godaan setan. Apabila seorang muslim berpasrah diri dan memohon perlindungan dari Allah, maka Allah tak akan segan untuk menolong mereka.

Dengan begitu Seorang muslim yang benar-benar mengimani asmaul husna As Sami pasti akan mencontoh perilaku baik dari Rasulullah SAW, yakni selalu ingin mendengarkan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang kotor dan tidak bermanfaat seperti misalnya pembicaraan yang sia-sia atau bergunjing.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Az Zumar ayat 18,

الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗ ۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدٰىهُمُ اللّٰهُ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمْ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Artinya: (Yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.) Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah ululalbab (orang-orang yang mempunyai akal sehat).

Itulah penjelasan dari arti Asmaul Husna As Sami dan juga hikmah dari mengimaninya. Asmaul Husna ini juga bisa diamalkan dalam segala perbuatan yang baik.